Menakhlukkan Skripsi

Menakhlukkan Skripsi (Ah, finally)

Gelar sarjana masih merupakan gelar yang prestisius bagi masyarakat, meskipun pada prakteknya di dunia kerja gelar ini bukan jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, ia hanya memberi peluang lebih besar. Bagi kami yang menjalani proses untuk mendapatkan gelarnya, apapun itu yang terjadi nanti gelar ini tetap begitu berharga tersebab proses untuk mendapatkannya yang tidak mudah, terlebih jika harus melewati “penderitaan” lulus telat waktu bukan tepat waktu. Uniknya, makin sulit prosesnya dan makin telat lulusnya ada saja hikmah yang dapat diambil, mulai dari kebersamaan yang makin erat dengan teman-teman seperjuangan yang masih tersisa sampai kreativitas yang makin bertambah, kreativitas akibat stres skripsi masih lebih tinggi dibanding kreativitas akibat stres UN, meskipun komik-komik meme kini sepertinya didominasi oleh anak sekolahan. Contohnya seperti meme-meme berikut yang didapat dari berbagai sumber yang sering dijadikan DP BBM

 

lucu kan? padahal sebenarnya di dalam sini terasa pedihūüė¶

Aku pribadi juga banyak menghasilkan kreativitas-kreativitas akibat stres skripsi seperti gambar ini:

pening-skripsi

dan tulisan-tulisan nyeleneh seperti Jika Aku Seorang Uchiha

Intinya, selalu ada hikmah dibalik setiap kesulitan, ya kan? Aku baru bisa ngomong gini pas udah ngelewati semuanya juga sih, sebelumnya ya galau-galau juga¬†ngeheheheh.. tapi walaupun galau, aku tidak pernah kehilangan rasa percaya, tidak pernah berhenti berusaha, semua berkat teman-teman yang selalu support dan berikan do’a. Bayangin, kamu harus berusaha ngerjain skripsi tanpa komputer pribadi¬†apalagi sebagai anak Teknik Informatika yang juga harus bikin program komputer sendiri, komputer pribadinya baru bisa di pake H-7 sidang. Belum lagi ngerjainnya sambil nahan sakit kepala dan sakkit gigi, belum lagi bla.. bla.. bla.. bla.. banyak banget keluhan yang pantes bikin orang jadi stres berat.

Skripsi jika ditinjau sebagai coba’an hidup (ehm..) adalah salah satu pelajaran dari Tuhan agar kita lebih bertanggung jawab pada diri kita sendiri, skripsi itu gak akan selesai kalau kita masih mengandalkan orang lain, kalau bahasa Alqur’annya “Allah gak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak merubahnya”. Ya, gimanapun pertolongan dari orang datang, tetap yang bisa nolong kita ya diri kita sendiri. Tuhan gak akan biarin kita berusaha sendiri kok, pasti ada pertolongan-pertolongan yang datang, tapi ya kita dulu yang harus nolong diri sendiri.

Kalau kamu seorang aktivis, kamu jangan terlalu maksain diri ikut kegiatan-kegiatan di saat skripsi. Ini saatnya kamu nentuin prioritas, apalagi kalau kamu laki-laki karena menurut teman aku yang psikolog laki-laki itu orangnya fokus, mesti ngerjain hal itu satu-satu, beda sama perempuan yang bisa multitasking. Aku aja H-3 sidang masih diminta ngirim-ngirim surat untuk sebuah acara, malam sebelum sidang masih ditelpon-telpon untuk persiapan bakti sosial, dalam hati cuma bisa bilang “Woow, ulalala, syubidu-bidu pam-pam, are you kidding me?” hehe tapi yang keluar tetap aja kata “maaf belum bisa kasih kontribusi untuk saat ini”, walau entah apa yang difikirkan orang dalam menanggapi sikap kita, terkadang konsekuensi itu yang harus diambil, sekalipun harus dianggap aktivis kacangan yang penting setelah lulus kita bisa jadi aktivis militan.

Selain semangat dan kehadiran teman-teman seperjuangan di samping kita, gak bisa dipungkiri, strategi khusus juga sangat menentukan dalam penyelesaian skripsi, yaitu pemilihan dosen pembimbing yang tepat dan pemilihan judul yang selamat, kenapa selamat? Ya, selamat dari hal-hal yang bakal menyulitkan nanti di proses acc dan sidangnya, kayak kami nih anak TI, jangan sampai lah ngambil metode atau bahasa pemrograman yang rumit kalau rasanya belum menguasai dengan baik. Aku aja nih yang udah nyiapin judul dari tahun 2012 tetap aja nyelesaikan skripsinya satu tahun, gak satu semester. Intinya, ambil judul yang sesuai kemampuan, kalau kamu udah expert silahkan ambil judul yang wah, kalau belum ya ambil apa yang sesuai kemampuan.

Yang paling penting, percayalah pada keajaiban selama kita terus berusaha, walaupun waktunya udah mepet banget, walaupun skripsinya baru 30 persen atau 50 persen, berusaha aja terus sampai hari H, atau istilahnya sampai titik darah penghabisan. percayalah, selama kamu gak kehilangan keyakinan itu keajaiban akan datang di saat yang tepat.

Tapi stres tetap aja stres, dia tetap berat untuk dijalani. banyak juga soalnya yang lari ke hal yang gak bener karna stres ini. kamu gak harus ngerjain skrisimu sepanjang waktu, ingat Tuhan yang ngasih kamu kekuatan untuk berjuang, ambil waktu untuk beribadah trus ambil waktu untuk refreshing bareng teman-teman tapi jangan kebablasan.

DSC_0050

Setelah lulus pun gak boleh refreshing kebablasan (sebenarnya apapun yang kebablasan itu buruk, jadi kapanpun jangan pernah kebablasan) cukup buat ketenangan diri dan setelah itu secepatnya fikirkan plan buat masa depan.

Sekian dulu sharing kali ini, semoga tulisan ini bermanfaat

 

Salam hangat,

Fauzil Hasdi, S.Kom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s