Bahagiamu Bukan Bahagiaku

Bahagia bukan hanya merupakan akibat tapi juga merupakan sebab. Seperti hubungannya dengan senyum, saat bahagia kita akan tersenyum tetapi jika kita dapat tersenyum (tulus) lama kelamaan kita juga akan bahagia. Atau karena segalanya indah kita menjadi bahagia, namun segalanya juga menjadi indah karena kita bahagia.

Parameter kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Hal yang luar biasa dan membahagiakan menurut kita, mungkin biasa saja menurut orang lain, begitupun sebaliknya, tergantung kehidupan orang tersebut. Meski memiliki parameter, tetapi bahagia tidak dapat dikalkulasikan, sebab ia adalah bentuk perasaan, tempatnya di hati. Bukan perhitungan logika yang tempatnya di otak. Maka jika kebahagiaan sendiri tidak dapat kita kalkulasikan, tidaklah kita pantas untuk lancang mengkalkulasikan kebahagiaan orang lain. Saat kita memahami orang lain kita tidak mengkalkulasikan kebahagiaannya tetapi dengan merasakan apa yang menjadikan ia bahagia, sebahagian orang merasa mampu mengkalkulasikan kebahagiaan sebab ia menjadikan materi sebagai parameter. Memang, sebagian orang parameter kebahagiaannya adalah materi, sesuai kehidupan yang dijalaninya, akan tetapi itu bukanlah kebahagiaan hakiki.

Sebuah kalimat yang sangat familiar saat ini yang biasa dijadikan hashtag twitter #BahagiaItuSederhana jika diselami lebih dalam memberikan pengertian betapa acaknya parameter kebahagiaan itu, bahagia dalam hal sederhana saat ini hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang bersyukur, namun jauh sebelum itu semua orang telah mengenal arti kebahagiaan dalam hal sederhana sejak masih kecil, saat kita bahagia dibelikan permen atau bahkan saat bayi kita tertawa terbahak-bahak saat bermain cii luuk baa..

Maka hal terbaik dalam memberikan kebahagiaan adalah membiarkan orang bahagia dalam parameternya masing-masing. Mengapa kita tidak melihat orang lain seperti kita melihat balita bermain cii luuk baa.. Permainan sederhana yang membuat balita tertawa dan kitapun ikut tertawa dengannya, sesederhana itu.

Meski bahagiamu bukan bahagia ku, dan meski kita tidak harus memiliki penyebab bahagia yang sama, akan tetapi kita masih bisa bahagia bersama dengan menjadikan kebahagiaan orang lain sebagai penyebab kebahagiaan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s