Kepantasan menyandang gelar

Berbicara gelar maka kita juga berbicara kepantasan dalam menyandangnya. Sebuah gelar takkan mampu disandang oleh orang yang tak berupaya maksimal. Ada orang yang dianggap tak layak menyandang suatu gelar namun jika kita tilik lebih dalam, pasti ada suatu upaya lebih yang dilakukan orang itu dibanding orang lain.

Gelar sarjana bukanlah gelar biasa, meskipun nilainya tidak lagi sebesar di zaman dahulu. Sarjana bukan hanya tentang secarik kertas ijazah yang digunakan untuk mencari pekerjaan, sarjana adalah bukti prestasi orang tua dalam membesarkan anaknya, saat wisuda anaknya mungkin merupakan saat terhebat dalam hidup orang tua. Dari besarnya nilai sebuah gelar sarjana, maka sepantasnyalah tidak sembarang orang bisa menyandang gelar sarjana, perlu usaha maksimal bahkan harus mengeluarkan 110% dari kemampuan.

Pagi ini, aku ditegur lagi oleh sang pemilik waktu, betapa banyak waktu yang aku sia-siakan. Terlepas dari ada saja hal yang menghambat perjalanan menuju sarjana. Yah, lagi-lagi aku menunjukkan ketidakpantasan. Hal terberat dari tertundanya menyandang gelar sarjana bukan cibiran atau apalah itu yang menyangkut diri sendiri, akan tetapi di saat memandang wajah orang tua, melihat mereka terus menua, sementara kita tak kunjung mampu membuat mereka bangga apatah lagi bahagia. Cemas atas kesempatan yang ada, membuat sesak seperti paru-paru sedang terhimpit beban yang amat berat sehingga mampu meremasnya dan menghancurkan diafragma.

Langit terlihat seperti mendung pagi ini, kabut asap sepertinya masih cukup ramai berkeliaran di udara. Menambah sesak di dada, menambah sumbatan di fikiran. Hari ini hanya beberapa hari menjelang penutupan pendaftaran sidang skrip.. Ah aku tak mau menyebutnya, masih ada kesempatan jika saja aku sehebat Ken Arok yang dapat membangun 999 candi dalam satu malam. Aku gagal belajar dari pengalaman Kape yang lalu meski jika ditarik lebih kebelakang, aku memang sudah memprediksi hal ini akan terjadi sejak saat pertama aku melihat kampusku sekarang. Sekarang hal paling realistis adalah menyiapkan rencana B, jika aku tidak wisuda lagi tahun ini, aku akan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s