hubungan sosial di dunia pendidikan

Bersosialisasi yang pada akhirnya menghasilkan hubungan pertemanan atau bahkan persahabatan adalah merupakan salah satu kebutuhan manusia, saya pribadi berpendapat sosialisasi adalah termasuk kebutuhan primer manusia setara dengan makanan, minuman dan oksigen. memang kita tidak langsung mati jika tidak memiliki teman, tetapi kita sebagai makhluk sosial tidak akan mampu mengatasi rasa sepi terus-menerus. Fisik kita akan terus hidup namun mental manusiawi kita tidak. Bahkan Nabi Adam as. yang hidup di surga yang serba berkecukupan awalnya tetap merasa tidak tercukupi kebutuhannya sebab tidak memeliki teman di surga.

Ada banyak sarana untuk bersosialisasi, di setiap tempat yang kita pijak selagi ada manusia lain di sana, kita akan berkesempatan untuk bersosialisasi. Bahkan dengan adanya media sosial seperti sekarang ini, untuk bersosialisasi tidak perlu lagi memindahkan pijakan kaki, cukup dengan menekan-nekan tuts atau keypad saja. Namun, dari sekian banyak sarana untuk bersosialisasi tersebut, tidak semuanya dapat dijadikan media sosialisasi efektif yang dapat meng-upgrade status sosialisasi dari kenal menjadi teman dan dari teman menjadi sehabat. Salah satu sarana sosialisasi efektif yang sudah sangat akrab bagi manusia modern seperti sekarang ini adalah institusi pendidikan, mulai dari sekolah hingga universitas dan bisa jadi juga di tempat-tempat kursus atau les.

Dalam institusi pendidikan, katakanlah sekolah, kita akan memiliki waktu interaksi yang sangat intensif dan didukung oleh kesamaan “nasib” karena setiap individu yang ada di sekolah akan memiliki tuntutan untuk menyelesaikan tugas yang sama, mengejar target prestasi yang sama. kesamaan nasib inilah yang membuat kebersamaan di sekolah semakin erat. terlebih lagi kebersamaan di masa-masa kuliah diamana tekanan belajar menjadi berlipat ganda, terlebih di semester akhir atau lebih tepatnya di masa-masa pengerjaan skripsi, bahkan secerdas apapun orangnya akan selalu merasa tertekan saat pengerjaan skripsi, sebab sebagian besar dosen akan mem-push mahasiswanya sampai batas maksimal agar skripsi yang dihasilkan dapat berkualitas. dalam kondisi seperti inilah mental kita kerap kali dapat menjadi down. berdasarkan pengalaman saya, tidak sembarang motivator yang dapat mengangkat kembali kondisi down ini, bahkan dengan quote secemerlang apapun. Namun justru dengan berkumpul dengan teman seperjuangan meskipun hanya dengan berbagi keluh kesah saja dapat meningkatkan motivasi mengejar wisuda, belum lagi jika kita dapat salling membantu dalam pengerjaan skripsi tersebut, maka akan sangat-sangat membantu sekali, maka saya menyarankan bagi teman-teman yang juga mengalami saat-saat down dalam pengerjaan skripsi maupun tugas-tugas dalam rangka mengejar wisuda lainnya, sering-seringlah berkumpul dan bertukar fikiran dengan teman-teman seperjuangan, salinglah memotivasi, karena saat kita memotivasi teman seperjuangan yang lalai, saat itu kita juga sedang memotivasi diri kita untuk dapat menjadi lebih semangat lagi.

keunikan pertemanan hasil interaksi pendidikan tidak hanya sampai di lingkungan itu saja. meskipun tidak banyak yang mampu meneruskan interaksinya setelah lulus dari institusi pendidikan, namun bagi yang dapat tetap melanjutkannya akan menghasilkan ikatan yang sangat kuat bahkan melebihi ikatan keluarga. banyak sekali contoh yang lebih luar biasa, apatah lagi jika interaksi yang lebih intensif seperti teman satu asrama atau teman satu kost. mereka ini adalah keluarga kedua yang meskipun tidak memiliki hubungan darah namun hubungan emosinya tak kalah kuat.

Persahabatan  di institusi pendidikan ini tidak hanya unik tetapi juga melahirkan situasi yang unik (berbeda) yaitu situasi dimana kebanyakan hubungan pertemanan saat ini justru lahir dari interaksi di institusi pendidikan itu sendiri, sudah sangat sedikit persahabatan erat yang lahir dari sosialiasi di luarnya, katakanlah sosialisasi di rumah dengan para tetangga. bahkan sosialiasi di dunia kerja juga jarang yang menghasilkan persahabatan erat, lebih banyak diisi hubungan profesional.

just saying

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s