Catatan akhir tahun: 2014 tahun yang fenomenal

Rasanya tak berlebihan saya menyebut tahun 2014 ini fenomenal, karena ada banyak hal penting yang terjadi di tahun ini. Pemilihan Presiden baru, anggota DPR baru, Gubernur (Riau) baru dan emm… Khusus bagi saya ada suasana baru, tahun ini teman-teman seperjuangan saya wisuda dan saya belum, otomatis suasana setelahnya menjadi berbeda, karena ada banyak teman-teman seperjuangan yang tidak lagi ada di kampus.

Jujur, bagi saya pribadi hasil pemilihan Presiden 2014 ini sangat mengecewakan, karena saya terlibat di kubu capres yang tidak menang. Tetapi pilpres 2014 tetap saja memberikan pengalaman yang indah, mulai dari ukhuwah islamiah yang terjalin di Partai, pengalaman perdana mengelilingi secara penuh tempat tinggal saya selama 19 tahun terakhir dan emm.. Masih banyak lagi, intinya ya selalu ada hikmah dibalik ‘musibah’

Anggota DPR baru? Emm.. Yang ini saya juga di kubu yang tidak menang, apatah lagi Gubernur baru. Uniknya, Gubernur Riau yang terpilih di tahun ini hanya bertahan 7 bulan sebelum ditangkap KPK. Bukannya ingin menjatuhkan, tetapi tindak-tanduk pemimpin yang kami panggil “Atuk” ini memang sudah lama menjadi buah bibir di kalangan intelektual dan bahkan pegawainya sendiri, hal ini disebabkan tindakan beliau yang dianggap kurang layak, hingga puncaknya adalah berita tentang Atuk bercarut (mengucap kata kotor) dan akhirnya Korupsi yang didahului sangkaan perbuatan asusila. Bagaimanapun, fenomena terpilihnya Atuk ini harus dijadikan pembelajaran bagi masyarakat Riau agar lebih dewasa dalam berdemokrasi, sebab kekurang jelian dalam memilih pemimpin akan membawa dampak buruk yang sangat besar.

Cerita tentang Piala Dunia juga tak bisa dipinggirkan, momennya sangat berdekatan dengan momen Pilpres dan merupakan Piala Dunia pertama yang terjadi tepat dalam bulan Ramadhan dalam lebih dari satu dekade terakhir. Dalam Piala Dunia ini tercatat skor yang tidak disangka-sangka pada partai semifinal, yaitu ketika Jerman membantai tuan rumah Brazil dengan skor telak 7.1, sebuah “pembalasan dendam” yang amat lunas dilakukan Jerman atas kekalahan atas Brazil di Final Piala Dunia tahun 2002.

Momen Piala dunia, Ramadhan dan Pilpres juga bertumpukkan dengan agresi militer “Israel” Zionis ke Gaza,Palestina. Pembantaian besar ini sesungguhnya hanyalah bagian dari pembantaian-pembantaian yang lebih kecil yang rutin dilakukan oleh “Israel” pada Palestina. Ada rasa yang campur aduk di benak saya waktu itu, namun saat ini mungkin hanya satu kalimat yang dapat saya ucapkan “maafkan kami Palestina, tak banyak yang dapat kami lakukan untuk melindungi tanah suci kita”

Satu lagi, peristiwa kabut asap di Riau. Saya tidak pernah melihat kabut asap separah ini setelah kelas 3 SD dulu, bahkan kabut asap 2014 ini rasanya lebih parah, langit Pekanbaru menjadi sangat gelap, nafas menjadi sangat sesak. Pada peristiwa ini saya untuk pertamakali melaksanakan shalat meminta hujan, shalat ini benar-benar menuntut kesadaran dan keimanan kita, karena dalam pelaksanaan shalat minta hujan pada intinya adalah bagaimana kita taubat dan yakin Allah akan mengabulkan permintaan kita. Pada suasana kabut asap ini pula kedua orang tua saya kembali dari perjalanan Umroh ke tahan Suci, akibat cuaca yang buruk, akhirnya setelah transit di Batam, kedua orang tua saya harus menaiki kapal dan disambung dengan naik bus ke kota Pekanbaru, kekhawatiran sempat menyeruak di benak saya dan keluarga, tapi Alhamdulillah akhirnya kami dapat menyambut kedatangan mereka dalam keadaan sehat wal’afiat.

Akhirnya, yaa.. Kalau diingat-ingat, tahun 2014 banyakan sedihnya sih ya, apalagi ditutup dengan bencana longsor dan jatuhnya pesawat. Semoga ini bisa dijadikan bahan muhasabah bagi kita semua, agar tahun 2015 nanti kita dapat menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s