Journey to PhD (11) – Membawa kebiasaan “ga enak” dari Indonesia

nah!

Menjadi Sederhana Itu Indah...

Bismillah…

Seperti cerita saya sebelumnya di sini bahwa Juni 2015 nanti saya dan professor akan melakukan trip ke Disaster Prevention Research Institute (DPRI), Kyoto University juga berencana mengunjungi seorang Prof. bidang Earthquake disana. Seperti kebiasaan umum orang-orang di UK, perencanaan yang matang dengan schedule yang rapi juga disiapkan oleh pembimbingku.

Kamis, 20 November 2014, pembimbingku mengirim email rencana keberangkatan kami ke Kyoto – Jepang. Beliau menanyakan apakah saya berminat untuk melakukan joint research collaboration dengan lembaga tertentu di Indonesia atau tidak. Diskusi kemungkinan kerjasama riset ini kami lanjutkan ketika meeting bersama sehari setelahnya.

Seminggu setelah meeting tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk belum melakukan kolaborasi riset dengan peneliti di Indonesia. Alasannya sederhana, bahan-bahan riset saya belum matang. Maklum baru 2 bulan menjadi PhD student😛 Mungkin berbeda ceritanya jika saya alumni ITB yang melakukan riset di sana bersama pusat mitigasi bencana Indonesia, saya pasti akan langsung melakukan kolaborasi riset. Alasan lain, karena…

Lihat pos aslinya 1.594 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s