Hal-hal yang gak boleh kamu lewatin di masa kuliah

Dibanding masa hidup kita ini, masa kuliah itu tergolong singkat, tentunya dengan asumsi masa kuliahnya normal dari paling cepat 3,5 tahun paling telat 7 tahun, kalau 10 tahunan mah kelewatan. Jadi dengan masa kuliah yang singkat itu, rasanya rugiii banget lah kalau gak dimanfaatin untuk membuat moment-moment berharga, karena mungkin jika kita sudah masuk dunia kerja nanti kita gak bakalan sempat. Kalau aku bilang sih belum berasa jadi mahasiswa kalau belum ngelakuin hal-hal kayak begini:

1.Ikutan organisasi.
Ada banyak hal yang bisa didapatkan dari organisasi mahasiswa. Mulai dari ilmu, pemikiran baru sampai teman-teman baru. Kali ini aku hanya fokus pada teman-teman barunya. Ada banyak teman yang bisa kita dapatkan dari organisasi. Mulai dari level jurusan, fakultas trus universitas. Belum lagi jika kamu ikut pertemuan-pertemuan mahasiswa berskala nasional. Kapan lagi bisa begitu kalau gak di masa kuliah?

2.Ikutan demo.
Sebenarnya dalam tulisan ini bukan bermaksud menganjurkan ikut demo, apalagi yang anarkis. Tapi memang sejak kecil tuh aku melihat demo itu identik dengan mahasiswa, kalau belajar doang mah di sekolahan udah biasa. Dalam demo kita belajar keberanian menyatakan pendapat, berani memperjuangkan kebenaran apapun resikonya. Aku sendiri sudah ikutan beberapa demontrasi mahasiswa dulunya, yang paling teringat adalah saat kami mendemo kantor polisi yang menahan salah seorang Presiden Mahasiswa. Butuh mental yang kuat, karena kami sudah langsung di “tempatnya”, ibaratnya kalau pak polisi mau, tinggal senggol dikit masuk deh ke penjara, gak perlu pake tangkep atau borgol-borgolan lagi haha.

3.Manjat gunung.
Manjat gunung itu sebenarnya gak cuma identitasnya mahasiswa pecinta alam (biasa disingkat Mapala). Anak rohis misalnya bisa manjat gunung juga dengan judul tafakur alam, atau anak non-organisasipun juga bisa. Aku sih cuma pernah sampai di kaki gunung, saat itu rencana mendaki ditunda akibat cuaca tidak memungkinkan. Tapi auranya itu udah berasa sekali. Ya, aura kebesaran Tuhan. Kamu mungkin akan berubah pola fikir jika sudah memanjat gunung, berubah cara pandang terhadap alam. Lagi-lagi fikiran aku mengidentikan daki gunung dengan mahasiswa atas dasar tontonanku waktu kecil, sampai-sampai waktu kecil aku pernah mengatakan dalam hati “Ya, inilah mahasiswa, aku aku harus ke tempat itu suatu saat.”

4.Bikin kegiatan-kegiatan kreatif.
Bisa dengan ikutan teater, grup musik/nasyid, nulis-nulis artikel buat di pajang di dinding, koran mahasiswa atau bahkan koran umum. Ini mengasah intelegensi kita, dengan kegiatan-kegiatan semacam ini secara gak langsung kita sudah terangkat satu level dari mereka-mereka yang tamat SMA ke bawah. Kita jadi produktif berkarya, cara ngomong juga jadi beda.

5.Bikin komunitas keilmuan.
Kebanyakan universitas itu tidak memanjakan mahasiswanya dengan fasilitas serba ada, kecuali di kampus yang emang mahal. Dosen bahkan lebih suka menempatkan diri sebagai coach ketimbang guru yang “nyuapin” ilmu doang, trus kita tinggal nganga. Dalam kondisi seperti itu tidak ada jalan lain selain kreatifitas dari kita dalam mencari ilmu, salah satunya dengan membuat komunitas keilmuan sesuai jurusan kita. Tingkat expertnya jadi beda, gaya pembelajaran kita juga jadi sangat dinamis.

6.Ikut seminar-seminar.
Gak cuma ngincer sertifikat buat syarat skripsi, beberapa seminar terbukti sangat luar biasa dan merubah hidup seseorang. Kita akan berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh inspiratif. Bahkan ada yang namanya seminar kebangsaan, di situ kamu akan melihat langsung para tokoh bangsa, melihat langsung itu beda banget aura keilmuannya ketimbang nonton di tv.

7.Ikut tim olahraga
Gak harus reguler, tapi kalau kampus bikin turnamen-turnamen jangan sampai kamu lewatkan. Kalau udah olahraga bareng itu kedekatannya lebih dalam, apalagi kita sama-sama sambil memperjuangkan Trophy. Jadi bisa sehat dan lebih dekat dengan teman, sukur-sukur bisa jadi juara.

Nah, dari hal-hal di atas itu intinya banyakin kegiatan di luar jam kuliah. Ingat! Di luar jam kuliah. Jangan sampai kegiatan-kegiatan itu bikin kita jarang masuk kelas. Banyak yang malah tergelincir kuliahnya karena kebablasan kegiatan non -study. Dari kegiatan-kegiatan itu jadi ada yang bisa kita kenang di masa kuliah, bayangin kamu saat kerja nanti jadi senyum-senyum sendiri waktu lihat foto kamu di atas gunung misalnya. Kamu juga bisa datang ke dunia kerja dengan kompetensi lebih, gak cuma bawa ijazah yang kalaupun tinggi kadang bukan ukuran keilmuan kita sebenarnya.

Jadi yang paling bagus itu kuliah dan kegiatan berjalan beriringan, saling menunjang satu sama lain. Memang banyak yang jadi telat lulus, tapi mereka itu jadi lebih kompeten kok di dunia kerja. Tapi jangan salah, yang lulus 3,5 tahun dengan IPK tinggi juga gak kalah banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s