S.A.Y.A

Hari ini ada sesuatu yang menyangkut di fikiran saya, ingin dituliskan di media social tapi terasa terlalu private namun dipendampun rasanya tidak enak. Ini juga rasanya punya kata-kata yang terlalu formal jika dikatakan curhat, tapi terlalu subjektif juga jika dikatakan artikel. Yah inilah posting saya kali ini, biasanya saya selalu menghindari posting berbau curhat, makanya dari dua ratusan lebih post saya di blog ini yang bersifat curhat dapat dihitung dengan jari, namun kali ini bau curhat itu tak dapat dihindari.

Ngomong-ngomong soal curhat, sebenarnya ini hal yang sangat-sangat manusiawi, kita memang lebih dianjurkan untuk curhat lewat do’a saja, tapi bagaimanapun saat berdo’a itu kita hanya berhadapan dengan Subjek yang tak dapat dilihat oleh mata dan tak dapat dirasa, sementara ada kalanya manusia menginginkan curhat pada sesuatu yang mampu merespon langsung dan mampu dilihat langsung, alternative lainnya ada buku catatan harian, catatan harian yang berbau curhat lebih identik pada wanita, sementara catatan harian bagi pria lebih cenderung digunakan untuk merekam sebuah moment, inti dari catatan harian adalah menulis, berinteraksi dengan tulisan sendiri kemudian bertindak sebagai pendengar bagi diri sendiri (ngenes banget ya, kesendiriannya parah) atau berharap suatu saat ada orang yang membaca, sehingga banyak migrasi dari catatan harian berupa buku menjadi berupa blog atau sebagian ada yang menumpahkan di media social.

Readers, sejak SMP saya rasanya sulit sekali lepas dari belenggu fikiran negative, hal ini tak lepas dari stigma-stigma negative dan beberapa bullying yang saya dapatkan semasa kecil, ini diperkuat oleh banyak fakta yang seperti menegaskan bahwa “I’m a truly loser.” Sulit mengelak pada fakta ini, meskipun sebenarnya tidak ada yang tidak mampu dikerjakan jika kita benar-benar mau belajar, masalahnya kita tidak selalu dapat kesempatan untuk belajar.

Readers, fikiran negative memang dapat menghancurkan banyak hal, mulai dari cita-cita lugu kita semasa kecil hingga motivasi untuk hidup, namun kadang fikiran negative dapat berguna agar kita tidak terlalu terkejut dengan realitas hidup dan tidak terlalu “aneh-aneh” dalam bermimpi. Fikiran negative ini memiliki lawan bernama motivasi, motivasi adalah bibit unggul untuk menumbuhkan tekad yang kuat, dan action adalah lahannya. Motivasi yang sesungguhnya hanyalah lahir dari dalam diri sendiri, sementara motivasi dan kata bijak orang lain hanya stimulannya, jika stimulan terlalu banyak justru akan menjadi buruk, mungkin ini juga yang membuat sebagian orang terkadang menjadi muak mendengar kata-kata motivasi dari Mario Teguh. Stimulan yang proporsional menurut saya hanya diberikan pada saat dan tempat yang tepat, selebihnya biarkan motivasi itu tumbuh dari diri sendiri, baik dari kesadaran diri, tekad yang kuat maupun realitas hidup.

Respon terhadap realitas hidup kerap kali jadi penentu apakah yang tumbuh adalah motivasi ataukah fikiran negative, disini peran stimulan akan sangat berarti. Fikiran negative akan cenderung menyebar jika tidak diberikan stimulan motivasi, terlebih dalam kasus saya dimana realitas justru terus-menerus menekankan fikiran-fikiran negative.

Saya sering tidak mengerti kenapa banyak sekali hal yang tidak mampu saya lakukan, dan tidak banyak kesempatan belajar untuk menjadi lebih baik, sampai saatnya fikiran negative muncul membuat saya memaklumi semuanya dan membuat saya selalu memilih menghindari setiap hal yang berbau kompetisi atau hal-hal yang bertujuan membuat orang lain terkesan. Lebih jauh lagi, dampak interaksi sosial juga terkena pengaruhnya, sehingga jadilah fikiran negative itu sebagai tabir atau dapat diumpamakan sebuah toples yang menutup kita.

Saya tidak pernah menginginkan hadirnya si fikiran negative, namun dia justru menjadi teman saya satu-satunya dikala setiap motivasi menjauh dan realitas hidup mengejek di sana-sini. Tentu saja saya sangat mau melepaskan setiap fikiran-fikiran negative, tapi.. Bagaimana caranya? Apakah dengan berpura-pura bersemangat dan bersikap tahan banting sementara realitas hidup kenyataannya masih seperti itu juga? Ah, benar-benar memusingkan.

2 pemikiran pada “S.A.Y.A

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s