Jika aku seorang Uchiha

Siang ini cuaca terasa begitu terik, aku terduduk lesu di pojok kantin sambil meminum capucino dingin yang disediakan Da Yu si pegawai kantin, dengan meminum capucino dingin ini, panasnya cuaca dan panasnya otak terasa mereda untuk sementara. Tak ada hal berarti yang kukerjakan di kantin selain minum dan sesekali menatap tv jika ada hal yang menarik.

Siang ini aku merasa lesu, tatapanku menjadi kosong karena memikirkan beban yang kian berat sebagai mahasiswa semester injury time.
Waktu menunjukkan pukul 2 siang, aku baru sadar akan waktu ketika menatap jam di handphone, ternyata telah masuk sms dari seorang adik kelas sekitar satu jam yang lalu “bang, dosen dah masuk” celaka! Ini dosen killer yang telah memakan banyak korban, jangankan terlambat 1 jam, 5 menit saja tidak diperbolehkan masuk. Langsung kukeluarkan kamui untuk berpindah tempat dan dimensi secepat kilat. Seketika aku berada di dalam kelas, dengan ekspresi tidak bersalah aku bersikap seakan tidak terjadi apa-apa, aku langsung fokus ke pelajaran, tampak angka dan syntax-syntax yang membuat mataku perih, apalagi aku sudah ketinggalan materi selama satu jam, kemudian kukeluarkan mata sharingan untuk membaca syntax-syntax itu, seketika aku sudah bisa membuat program selevel keluaran Microsoft dan Adobe.

Ketika kelas berakhir, aku berjalan gontai menuju kantin, tak sengaja aku berpas-pasan dengan teman seangkatan, sebut saja namanya Jono. Ternyata ia akan menjalani sidang skripsi.

“Wah, udah sidang skripsi aja nih.” Sapaku dengan basa yang sangat basi.

“Iya dong, makanya cepetan nyusul. Itu Kape kapan dikerjain?”

“Itu mah gampang. Ayo ikut aku ke TU bentar.”

“Mau ngapain?”

“Udah, ikut aja.”

Beberapa saat kemudian kami sampai di TU, tampak seluruh dosen dan karyawan TU sedang berkumpul. “Ah, ini kesempatan bagus” ucapku dalam hati. Seketika kukeluarkan mangekyo sharingan untuk menghipnotis mereka semua, kukeluarkan segel justu pemanggil Kape dan skripsi. Seketika seluruhnya selesai dan aku bisa ikut sidang skripsi bersama temanku.

Jono masih terlihat begong tak percaya di belakang, aku menegurnya dan mengajaknya ke kantin naik makhluk kuchiyose yang kukeluarkan. Sesampainya di kantin, Jono menanyakan perihal jutsu tadi.

“Gile lu ndro, eh jil. Mau jugak dong, biar cepat wisuda.”

“Tenang Jon, nanti aku kasih transfer chakra, hahaha”

Aku tertawa puas sekali hari itu, berselang beberapa hari kemudian sidang skripsi berhasil dilewati dengan enteng. Kami kemudian mendaftar wisuda, aku memilih menggunakan susanoo pada saat acara wisuda. Pada saat hari wisuda, selain orang tua aku undang juga Sasuke, Naruto, Sakura dan Kakashi Hatake untuk hadir. Acara berlangsung meriah, aku didaulat sebagai mahasiswa cumlaude dengan IPK 4, banyak yang memberi ucapan selamat, banyak yang menyalami dan ada satu yang menepuk pundakku, aku belum sempat menoleh tapi iya menepuk pundakku semakin kencang, kutatap wajahnya.

“Ah, Da Yu. Da Yu diundang juga di acara ini?”

“Undangan apa? Acara apa?” Da Yu tampak keheranan.

“Ya acara wisuda.” Jawabku polos tapi bertenaga.

“Hahaha.. Kamu ini, makanya jangan tidur terus. Sudah, kantin mau tutup, bangkunya mau dinaikkan.”

Aku terkejut tak percaya mendengar itu, aku coba mengeluarkan Izanagi untuk menghipnotis Da Yu tapi tak berhasil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s