Waktu luang : tak begitu dianggap tapi sangat menentukan

Dalam sebuah hadits yang cukup populer disebutkan bahwa salah satu kenikmatan yang sering kita terlalai darinya adalah waktu luang. Ya, waktu ini umumnya digunakan sebagai waktu istirahat dari aktifitas-aktifitas rutin atau bahasa populernya “refreshing”, namun sering kali kita terlalai akibat terlalu panjang menggunakan waktu luang untuk istirahat, akibatnya waktu jadi terbuang sia-sia, padahal ada hal yang lebih bermanfaat yang bisa kita kerjakan. Misalnya ketika kita merasa mumet saat belajar atau bekerja, kemudian kita ambil waktu luang untuk main playstation untuk refreshing, awalnya bermanfaat tapi efek ketagihan dari playstation membuat kita keseringan dan membuang-buang waktu kita.

Masih terngiang kalimat dalam sebuah iklan sepatu sekolah yang menampilkan testimoni dari seorang anak berprestasi, katanya: “rahasia aku kenapa bisa berprestasi karena aku sering ikut kegiatan ekstrakulikuler di sekolah” ya, sederhana sekali, anak itu usianya masih setingkat sekolah dasar dan sudah mengukir banyak prestasi karena sering mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, coba bandingkan dengan sebagian besar kita, apa yang kita lakukan sepulang sekolah? Main, main dan main. Main memang penting untuk sosialisasi di masa kecil tapi alangkah lebih baik jika kita menyisihkan sedikit dari waktu bermain kita untuk ikut kegiatan seperti pramuka, sekolah sepakbola atau hal-hal lainnya, ditambah dengan rutinitas umum kita mengaji ke TPA sepulang sekolah, bayangkan betapa berkualitasnya hidup kita, insya Allah padatnya jadwal akan mampu kita tanggulangi, jika jenuh bisa ambil 1 atau 2 kali hari libur.

Di masa remaja, kita tau ada banyak sekali peluang kenakalan-kenakalan remaja yang mengancam di waktu luang itu, ada pergaulan bebas berujung tindak-tindak asusila sampai ancaman narkoba dan rokok, untuk rokok bahkan sudah semakin umum bagi remaja saat ini.

Ketika dewasa atau setidaknya saat kuliah, pemanfaatan waktu luang menjadi semakin vital. Saat kuliah misalnya, jadwal kuliah umunya membuat banyak waktu luang bagi kita, bagi yang mampu memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar lebih giat atau ikut organisasi yang mampu membentuk jati diri dan pola fikir kita, maka akan menjadikan kita mahasiswa yang berkualitas. Sebaliknya, jika kita menggunakan waktu luang untuk hal yang sia-sia, peluang kita salah pergaulan akan sangat besar dan ujung-ujungnya kuliah jadi terbengkalai, tidak sedikit yang berhenti di tengah jalan, sekalipun lulus, gelar sarjananya akan tidak berkualitas, target kerjaan mentok paling tinggi sebagai PNS itupun dengan senggol sini-senggol sana, suap sini-suap sana. Naudzubillah..

Ketika bekerja, waktu luang memiliki lebih banyak goda’an, kecenderungannya adalah kemana uang gaji harus dihabiskan, tak sedikit yang akhirnya ke tempat pelacuran, berselingkuh, ke tempat hiburan malam atau tempat-tempat lain yang pada saatnya nanti akan menghancurkan orang tersebut. Bayangkan jika waktu luang dapat dimanfaatkan untuk ikut menjadi pengurus mesjid, ikut kegiatan-kegiatan sosial atau sekedar belajar berinvestasi dengan membuat usaha sambilan, hasilnya akan jauh berbeda dengan mereka yang sia-sia.

Maka dari itu, manfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya. Manfaatkan waktu refreshing dengan seefisien mungkin agar tidak menjadi mubazir, kemudian jadilah orang yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Wallahu ‘alam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s