Chiellini, angka tiga dan optimisme kemenangan

Giorgio Chiellini, seorang pemain bertahan berkebangsaan Italia yang lahir pada 14 Agustus 1984. Bek tangguh Juventus ini sempat bermain sebagai bek kiri, namun saat bermain untuk Juventus ia diplot sebagai bek tengah, walhasil ia menjadi salah satu bek tertangguh di Italia saat ini dan menjadi langganan skuad inti timnas Italia. Kemampuan bermain di dua posisi membuat Chiellini menjadi pemain yang serbaguna, selain tangguh bertahan ia juga menjadi sering menyerang, ia kerap bergabung dalam skema serangan permainan terbuka dan mampu mencetak gol baik dalam keadaan bola mati maupun dalam permainan terbuka, bahkan dalam skema 3-5-2 yang kerap digunakan pelatih Antonio Conte saat ini, Chiellini kerap beroperasi melewati garis tengah lapangan untuk membantu lini tengah dalam bermain rapat.

Di Juventus Chiellini beruntung mendapatkan nomor punggung 3, sebuah nomor punggung populer bagi pemain belakang. Nomor yang menggambarkan ketangguhan dan kekokohan dalam menjaga barisan pertahanan. Terbukti Chiellini menjadi tulang punggung bagi barisan pertahanan Juventus, ia bisa menjaga 2 sampai 3 pemain sekaligus, ia menjadi jaminan pertahanan meskipun partnernya Leonardo Bonucci dan Andrea Barzaghli masih sering blunder dan Sang Kiper sekaligus kapten Gianluigi Buffon semakin menua.

Fenomena Chiellini dan angka 3 membuat fikiran saya terasosiasi pada kekuatan dakwah yang menaungi saya saat ini. Sebuah hal berbeda namun dengan tipikal serupa. Chiellini dengan kemampuan bertahan, membantu lini tengah dan membantu serangan terlihat seperti tekad perjuangan dakwah ini untuk menjadi otak, hati dan tulang punggung Indonesia. Nomor punggungnya serupa dengan nomor urut gerakan dakwah ini dalam pemilihan umum 2014 dan hal terakhir yang saya harapkan sama, pemain ini berhasil membuat klubnya Juventus meraih scudetto 2 musim beruntun dan sedang berpeluang besar meraihnya kembali musim ini (menjadi 3 musim beruntun). Jika saja kesamaan ini mampu pula membuat gerakan dakwah meraih “scudetto”, maka akan mampu pula rasanya untuk dipertahankan beruntun seperti Juventus. Jika dalam perjuangan dakwah ini target 3 besar dicanangkan untuk diharapkan mampu membawa hak mengajukan Capres, maka sesungguhnya di Italia target 3 besar bisa saja dicanangkan untuk setidaknya mampu memasuki zona liga Champions. Namun tipikal kita tidak seperti itu, tipikal kita adalah tipikal juara, juara dan selalu juara.

Chiellini dan PKS, seperti berjodoh saja tahun ini. Selain tipikal dan nomor punggung, warna khasnya pun sama. Putih, Hitam dan kuning. Jika saja bang Chiellini ini suatu saat masuk islam, segalanya akan semakin nyambung hehehe..

Forza Juventus
Forza PKS
#We Are The Champion

lucky number three

lucky number three

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s