Jendela

Kubuka jendela pagi, namun rinduku pada mentari pagi tak terobati. Nyanyian burung-kecil tak lagi mampu menghibur, dada ini tetap terasa sesak, ya, sesak dalam arti yang sesungguhnya. Negeri ini telah lebih sebulan ditutupi kabut tebal, putih melayang-layang, namun sayang ia bukan embun, tetapi asap hasil pembakaran lahan. Menggelapkan sinar pagi, menciutkan semangat menghadapi hari. Alam seperti sedang berekspresi sinis; “rasakan, itulah hasil perbuatan tanganmu!”

Inilah bencana yang langsung hadir dari tangan manusia, dari kebejatan moral, dari ketidakpedulian pada lingkungan, dari pembangkangan kepada aturan-aturan. Yang paling ironis adalah pembakaran yang masih terus terjadi bahkan semakin gencar di saat kabus asap telah memasuki level BERBAHAYA di Index Standar Pencemaran Udara (ISPU). Sangat mudah melihat api atau di setiap lahan-lahan kosong atau api di tempat pembakaran sampah di depan rumah-rumah warga.

Riau sedang mendung tak berawan, sang pemimpin baru pun telah angkat tangan, masyarakat perlahan larut dalam keputusasaan. Negeri ini semakin gelap, bahkan di siang hari, namun kegelapan yang sesungguhnya adalah gelapnya hati nurani para pemilik lahan, matinya moral pengusaha, matinya ketegasan pemerintah.

Riau riwayatmu kini, kabut asap terus berulang ketika kemarau tiba, seperti tak memberi cela untuk bernafas, negeri ini sungguh merindu hujan.

Riau riwayatmu kini, semoga kelak akan datang hari, dimana setiap pemilik lahan memperlakukan lahannya dengan baik, peduli pada lingkungan dan peduli kepada kesehatan masyarakat.

Pekanbaru, 12 Maret 2014
Di bawah kepungan kabut asap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s