Pemimpin idaman, melawan dalam cengkeraman

Menuju April 2014 hendaknya seluruh rakyat Indonesia sudah memiliki persiapan untuk menentukan nasib negara dan daerahnya, ini menjadi sangat vital mengingat wakil yang akan ia pilih yang akan menentukan kebijakan-kebijakan kedepan yang akan sangat berpengaruh bagi kehidupannya dari berbagai aspek.

Untuk sekedar membatasi bahasan, saya ingin fokus kepada pemimpin utama negara ini yang akan segera kita tunjuk, istimewanya tahun ini adalah karena kita akan memiliki pemimpin baru disebabkan Presiden saat ini telah menjalani batas maksimal berkuasa yaitu 2 periode. Sebagai masyarakat pemilih yang saat ini diklaim sudah cerdas, kita harus banyak-banyak memperhatikan bagaimana para calon menyampaikan visi dan misinya, langkah konkrit yang akan diambil dan relevansinya dalam kehidupan. Tak lupa kita juga harus menetapkan kriteria pemimpin yang kita inginkan dan salah satu aspek yang paling penting bagi seorang pemimpin adalah ketegasan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemimpin-pemimpin negara berkembang apalagi Indonesia tidaklah berkuasa dengan leluasa, ada tekanan-tekanan dari negara adidaya dalam banyak sekali keputusan strategis yang akan diambil. Dengan memanfaatkan hutang yang menumpuk dan ancaman embargo perdagangan tidak sulit bagi negara adidaya menekan suatu negara berkembang. Contoh paling gress adalah masalah import sapi Indonesia yang tidak banyak disadari oleh kebanyakan orang. Bagaimana suatu partai yang mengusulkan pengurangan kuota import melalui parlemen tiba-tiba dalam waktu singkat dirubah menjadi partai korupsi import sapi, jebakan ini ditambah lagi dengan “serangan kompor” dari media-media antek si negara adidaya. Sebuah serangan balik yang disebabkan sang negara adidaya merasa terancam, pemimpin atau bahkan partai yang dirasa mengancam tak segan-segan dihabisi dengan berbagai cara.

Melihat kondisi seperti ini sesungguhnya kondisi negara Indonesia tak ubahnya seperti dalam era penjajahan dahulu, beberapa kerajaan dibiarkan eksis oleh pemerintah kolonial namun dengan intervensi luar biasa, ditambah lagi dengan penguasaan sumber daya alam yang hampir mutlak. Menyikapi hal ini ada baiknya kita mampu mencontoh karakter pemimpin era penjajahan dahulu, betapa intervensi itu tak dapat dielakkan namun selalu ada perlawanan untuk setidaknya mempertahankan harga diri, bukannya tunduk takut kepada negara adidaya demi kepentingan pribadi. Disinilah pentingnya ketegasan, menolak segala bentuk intervensi meskipun taruhannya dicabut eksistensi di pemerintahan. Salah satu contoh yang dapat diambil yaitu kisah salah satu pahlawan nasional dari Riau yaitu Sultas Syarif Qasim II (selanjutnya disebut SSQII)

SSQII memimpin sebuah kerajaan yang berdiri “diatas minyak” yaitu kerajaan Siak Sri Indrapura, penjajah mana yang tidak ngiler dengan potensi minyak bumi di daerah ini, segeralah mereka menyerang dan lalu berkuasa, kesultanan yang ada di sana disulap menjadi “tukang pakang pajak” saja. Akan tetapi misi penjajah ini tidak berjalan mudah, karena ada SSQII di sana yang masih mempertahankan ruh islam dalam pemerintahan dan juga kebudayaan melayu sebagai pedoman. SSQII mendirikan madrasah-madrasah sebagai penelur generasi pejuang, menularkan semangat nasionalisme dan tak mau dibodohi penjajah.

Dalam intervensinya, baik Belanda maupun Jepang selalu mengambil langkah merubah undang-undang kerajaan dan memilih sendiri posisi-posisi strategis seperti para mentri, sehingga sultan hanya sebagai simbol. Langkah ini sangat jelas terlihat sebagai upaya memdamkan cahaya Islam yang dianggap sebagai “biang” perlawanan terhadap penjajah. Namun SSQII tak mau menyerah, langkah perjuangannya dari bawah, berupa penyadaran kepada masyarakat dan peningkatan pendidikan terutama pendidikan islam, sehingga bagaimanapun intervensi penjajah, SSQII akan selalu berada di jalurnya bersama para rakyatnya hingga akhirnya meraih kemerdekaan dan bergabung dengan Republik Indonesia.

Seperti inilah potret pemimpin yang kita inginkan, yang tegas, kuat dalam prinsip dan juga dicintai oleh rakyatnya. Negara adidaya bisa saja mengintervensi dengan berbagaimacam cara, tapi dengan ketegasan pemimpin kita, mereka akan ciut dengan sendirinya hingga tak mampu bertindak sewengang-wenang lagi. Jangan pernah takut, Allah bersama kita.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s