twat-twit #AnalisisFutur

Saya berusaha mengamati fenomena2 aktivis yg futur, terutama mereka yg sbelumnya aktivis luar biasa #AnalisisFutur

Sulit dipercaya kekuatan tekad yg dulu saya kagumi, kini seperti tak berbekas #AnalisisFutur

Bagaimana mungkin mereka berpaling sementara janji Allah telah sampai pd mreka dlm Qs Muhammad:7 #AnalisisFutur

Tak percayakah lagi pd janji Allah? Tp mereka msh beriman. Jika hanya penurunan iman knp harus mundur dr dakwah? Hmm paradoks #AnalisisFutur

Terdengar kurang kerjaan memang menganalisa pribadi yang istilah di sini “pantang diarok”, tapi ini penting bagi saya karena saya sempat jadi salah satunya atau bahkan mungkin masih (astaghfirullah). Saya merasa ini penting direnungi bagi si mantan aktivis itu sendiri maupun jama’ah tempat si mantan aktivis pernah bernaung.

saya pun pernah mngalami futur berat spt yg dialami mantan2 aktifis ini, Selain futur ringan yg niscaya dialami smua aktifis #AnalisisFutur

Sy pernah brenti liqo’ 2 tahun. Tapi sejujurnya saya tak pernah bisa benar2 menjauh dr dakwah #AnalisisFutur

Saya coba membandingan masalah saya waktu itu dgn kefuturan rekan-rekan yg lain #AnalisisFutur

Dari situ sy dpt memperkirakan bbrp penyebab futur itu dlm diri rata2 ‘mantan aktivis’ #AnalisisFutur

A.tidak sabar menunggu janji Allah di QS Muhammad:7 (dunia masih terasa sempit meski dakwah dirasa sudah selangit) koreksi niat, luruskan pemahaman hakikat akhirat itu kekal, dunia hanya sementara #AnalisisFutur

B.kagum pada urusan dunia orang yang tidak mempedulikan dakwah, pdhal Allah melarang kagum pd harta org kafir (QS at-taubah: 55&85) #AnalisisFutur

C.kesulitan membagi waktu. nah loh yg lain kok bisa? Belajar Manajemen waktu lagi, pasti ada wktu jk ada kemauan #AnalisisFutur

D.kurangnya penanganan dr murobbi. Akibat salah tafsir “dakwah akan terus berlangsung dengan atau tanpa kita” sehingga seakan jd pembenaran utk tdk mempertahankan mad’u dengan sekuat tenaga #AnalisisFutur

E.murobbi terlalu cepat memvonis futur. Cari tau dlu masalah mad’u, siapa tau dia sbnrnya g niat mundur, bantu selesaikan sekuat tenaga. Jgn setengah2 membantu, apalagi sampai membantu yg satu tp g mau bantu yg lain *terkesan pilih kasih pd mad’u #AnalisisFutur

F.Orang tua over protective. Msalah klasik nih, lagi2 murobbi dituntut utk bertindak cepat krn ini urusan sensitif *ane ngerasain sndri😛 #AnalisisFutur

G.Pemberitaan media yg menyerang dakwah. Ini jihad nih, ladang dakwah mad’u tp murobbi jg hrs pny peran aktiv #AnalisisFutur

H.Tekanan ekonomi/tuntutan prestasi sekolah/kuliah. Ini alasannya? Yg lain bsa ttp sukses, masa lo enggak?😀 #AnalisisFutur

I.Lingkungan buruk lebih berpengaruh drpd liqo’ (murobbi kalah saing pengaruh) murobbi dan teman satu liqo’ hrs menjauhkannya dr lingkungan tsb #AnalisisFutur

J.jenuh. Nah ini kadang hadir tanpa sebab. Sering-sering instospeksi diri. Dan kewajiban murobbi juga utk membuat liqo’ menjadi lebih kreatif, sering2 bikin rihlah dan jaulah pasti asik #AnalisisFutur

K.kebingungan di lahan dakwah yg baru. Biasanya menghinggap dalam diri aktivis yg baru lulus sekolah atau kuliah. Come on man, masih ada remaja mesjid, pengurus mesjid, lingkungan kerja atau yang lainnya, bisa dioranisir kok selagi ada kemauan kuat.

Hmm masih byk faktor lain tentunya, intinya harus ada penguatan dlm diri sendiri dan penguatan dr murobbi maupun lingkungan tarbiyah

Harus ada antisipasi yg cepat jika terasa tanda2 kefuturan #AnalisisFutur

Antisipasi dini tentu dengan memperbanyak ibadah, mendekatkan diri pada pada Allah ta’ala dengan memperbanyak dzikir, tilawah shaum dan tahajjud disamping ibadah-ibadah wajib.

Antisipasi lanjutan bisa dibaca dlm posting ane sebelumnya

Memang pd akhirnya hidayah itu hak prerodatif Allah, bisa datang dan bisa dicabut pd siapapun tanpa diduga #AnalisisFutur

Namun kita harus tetap berusaha, krn memang itu tugas manusia. kita berusaha, Allah yg menentukan🙂 #AnalisisFutur

Sejauh mana kita berusaha, sejauh itulah pahala kita. Allah menilai usaha, bukan hasil🙂 #AnalisisFutur

Bagi para murobbi, mempertahankan mereka yang tidak mau bertahan tentu akan sangat menguras energi, rasanya lebih baik mencari yang lain saja.

Menurut saya itu manusiawi, tapi dalam dakwah yang syumul ini kita butuh banyak potensi kader di segala macam aspek, nah kader yang lepas ini belum tentu potensinya dapat digantikan oleh kader lain.

Bagi diri yang hendak futur coba baca lagi hadits ini:

Dari Anas r.a. Rasulullah saw bersabda,” Tiga hal, siapa saja yang memilikinya akan merasakan kelezatan iman: mencintai Allah dan RasulNya melebihi cintanya kepada yang lain-lain, mencintai sesama manusia semata-mata karena Allah, enggan kembali kepada kesesatan setelah diselamatkan Allah sebagaimana ia enggan dimasukkan ke dalam neraka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sungguh karunia terbesar di dunia ini adalah merasakan manisnya iman, engkau telah merasakannya bukan? Apakah engkau tidak ingin merasakannya lagi, lagi dan lagi? Ingatkah ukhuwah islamiah yang berdasar cinta tak bersyarat itu? Adakah segenggam atau segudang emas mampu melebihinya?

Semoga Allah ta’ala senantiasa menjaga kita dalam barisan ini hingga kelak bertemu di akhirat dan bercengkrama di tepi telaga Al-Kautsar bersama Rasulullah saw, para sahabat dan para syuhada.

Kemanisan iman itu sungguh luar biasa, bekasnya sungguh tak mudah hilang, sejauh apapun kefuturan hinggap, saya yakin masih akan selalu ada sisa sumbu di sana yang siap di sulut.

Wallahu ‘alam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s