Aktivis Daun Pisang

Daun pisang tumbuh sejak dalam tunas. Daun pada tunas kelak ada yang menjadi batang nan kuat dan kokoh ada pula yang menjadi daun yang besar dan lebar. Kemudian batang akan kemakin tinggi dan kuat, sementara daun akan semakin tua dan berakhir menjadi pelepah pisang. Pelepah itu mati hingga jatuh ke tanah, namun bukan berarti tak berharga, ia bisa menjadi pupuk yang menyuburkan sang pohon pisang yang telah menjadi gagah agar tetap menjadi gagah.

Sebuah perumpamaan unik yang saya petik sebagai awal tulisan kali ini. Adalah sunnatullah bahwa akan selalu ada siklus tumbuh, berkembang, kemudian mati. Begitu pula dengan gerakan para aktivis dengan organisasinya. Organisasi selalu berkembang dari awalnya yang kecil, berisikan segelintir orang dan merintis hal-hal besar melalui sesuatu yang kecil. Jumlah kecil para pendiri akan selalu tertutupi oleh semangatnya yang besar, hingga pada saatnya organisasi sudah mulai berkembang mengharuskan para pendiri ini membagi peran, ada yang harus menjadi daun pisang yang besar dan ada yang harus menjadi batang pisang yang kuat. Daun pisang adalah pengibaratan bagi aktivis pendiri organisasi yang kelak akan menjadi pemimpin besarnya, namanya akan dikenal dan dipandang orang, persis seperti daun pisang yang besar dan menjadi fokus utama orang ketika memandang sebuah pohon pisang. Sementara batang pisang menjadi pengibaratan bagi aktivis pendiri yang ketika organisasi sudah mulai berkembang bisa menjadi kaderisasi, humas ataupun yang lainnya. Ia berada di bawah daun, kerap tertutupi jika daun sudah condong ke bawah. Namun ialah sesungguhnya penyangga organisasi ini, di bahunya kehidupan organisasi bertumpu, ialah penyuplai zat hara (pengibaratan untuk kader baru dan potensi lainnya) untuk dibawa ke daun agar dapat diolah dalam klorofil menjadi sesuatu yang berguna untuk pohon organisasi.

Tidaklah mungkin keduanya akan selalu di posisi yang sama, baik sebagai batang maupun daun, karena pohon yang membesar membutuhkan pembagian tugas yang jelas sebagai organ penyangganya. Kombinasi yang jelas dan sama-sama kuat akan menghasilkan pohon yang besar dan gagah juga buahnya yang enak dan bermanfaat bagi orang lain.

Ketika dilakukan suksesi, daun atau pemimpin yang lama akan digantikan daun muda yang lebih segar. pemimpin lama akan mengalami proses pemisahan perlahan, Sementara batang akan semakin kuat dan tak tergantikan. Pelepah daun yang mati ini hendaknya juga jatuh di bawah pohon untuk menyuburkan tanahnya, yang berarti pada saatnya mantan ketua ini bergantian menyokong rekan yang menjadi batang, bahu membahu membimbing kader mereka yang telah menggantikan peran mereka di puncak. Jangan pernah kader yang sudah di atas itu mengacuhkan pupuk dan pangkal batang (pendiri/senior) yang kini berada di bawah, karena mereka sangatlah penting bagi perkembangan organisasi,. Merekalah yang akan menyokong kita dan tempat konsultasi ketika ada masalah.

Hal ini mengingatkan kita agar tidak terlalu memusingkan posisi kita dalam organisasi. Posisi pemimpin atau anggota biasa yang didapatkan saat organisasi telah berkembang adalah hal biasa, meskipun peran kita sama besar pada awal pendirian. Ingatlah, pangkat jabatan tidaklah menjadi ukuran di sisi Allah, Allah hanya menilai kualitas hambaNya dari sisi ketakwa’an, kesungguhan dalam menjalankan organisasi (terutama organisasi da’wah) apapun posisinya akan menjadi sarana kita untuk meraih ketakwaan, tidak berarti ketua akan selalu menjadi lebih mulia di sisi Allah.

Hal lain yang dapat di petik adalah pentingnya menghargai para senior. Libatkan selalu dalam pengambilan keputusan strategis, karena merekalah yang lebih tau tentang seluk-beluk organisasi karena lebih lama berkecimpung. Menjadi pemimpin bukan berarti punya hak absolute atas sebuah keputusan organisasi, ia hanyalah moderator dari setiap rapat untuk menentukan kebijakan organisasi, meskipun ada saatnya ketua harus bertindak cepat dengan keputusan sendiri.

Pengalaman peribadi saya menunjukkan organisasi-organisasi yang tidak mengacuhkan seniornya akan kehilangan arah hingga akhirnya amburadul.

*Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s