Menyentuh Niskala- Joe Simpson

Saya terbangun dengan kaget, “Ayo bergerak.. Jangan diam saja.. Jangan tidur.. Jalan!” Sang suara datang menembus pikiran sia-sia dan melompat-lompat mengenai lirik lagu pop, wajah-wajah masa lalu, dan khayalan tanpa makna. Saya mulai merangkak, mencoba mempercepat irama gerak untuk mengobati perasaan bersalah dalam hati. Saya tidak berpikir lebih jauh mengenai apa yang bisa terjadi dengan adanya liang gletser.

————–

Saya menemukan prosa ini di tempat yang tidak saya duga. Saya merasa kisah ini bercerita tentang saya, sangat bebal bahkan bebal oleh nasehat dari dalan diri sendiri. Saya merasa penting untuk menuliskannya di sini agar saya dapat membacanya kembali, terus menerus sampai saya puas mencerca diri saya dengan sepotong cerita ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s