Pemuda Kini Jangan Sontoloyo

Tugas kitalah membangkitkan Pemuda Indonesia yang “sebenarnya”

Refleksi Panggilan Jiwa

tulisan ini dimuat di kolom detik.com pada 28 Oktober 2013 dengan tautan sebagai berikut http://news.detik.com/read/2013/10/28/151143/2397379/103/pemuda-kini-jangan-sontoloyo

images (1)

Den Haag – Berbicara pemuda, sejatinya berbicara tentang nilai-nilai pemuda, terlepas dari berapa usia biologisnya. Mengutip intisari ‘Indonesia Merdeka’, sebuah mahakarya Bung Hatta, terdapat empat nilai pemuda yang dituliskan dalam dua bab awal buku dari pledoi beliau di pengadilan Den Haag pada tahun 1928 itu:‘keberanian (untuk merombak/revolusioner)’, ‘kolektifitas-kesatuan’, ‘moralitas’, dan ‘politik’.

Keberanian untuk mendobrak, merombak, sudah sangat langka di negeri kita belakangan ini. Pemuda pada lini penyelenggara negara dan sebagian masyarakat yang terlanjur diuntungkan oleh kondisi kini cenderung memilih mempertahankan status quo, sementara pada lini rakyat luas juga kurang sadar untuk melakukan hal-hal revolusioner demi kepentingan lebih luas dalam entitas kebangsaan. Rindu rasanya, melihat Indonesia memiliki sosok berani sebagaimana para tokoh kemerdekaan kita dulu.

Bangsa Indonesia dikenal dengan semangat ‘gotong-royong’, kolektifitas, Bung Hatta-pun menginisiasi koperasi dengan landasan ini. Sebagaimana pepatah, ‘bersatu kita teguh, bercerai kita…

Lihat pos aslinya 291 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s