Bersama embun pagi dan gerimis kecil

Sentuhan lembut sang embun mengiringi langkah ini,

Di bawah mentari yang masih malu menampakkan diri,

di perjalanan menuju rumah Ilahi,

Tuk sekedar bertamu sambil mengemis ampunan,

Kutahu Tuhan maha pemurah.

Dalam rimbunan embun nan lembut,

masih Ia sisipkan gerimis kecil pembawa berkah.

Maka kutitipkan salam pada sang gerimis.

Salam dari jiwa yang resah,

Untuk para bidadari berparas indah,

yang memiliki tatapan teduh.

Untuk bidadari yang merawatku sejak kecil bahkan sejak masih di dalam perutnya.

Juga untuk bidadari yang kutunggu kehadirannya,

sebagai pembersih jiwa.

Salamku semoga hadir sepertimu dan si embun pagi,

Begitu lembut namun menyegarkan.

Tidak seperti hati yang resah ini,

Hanya gersang, tak mampu membalas cinta bidadari-bidadari di sekitarku,

Apatah lagi menjemput cinta bidadari yang menungguku.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s