Derap langkah LDK UMRI dan refleksi pergerakan dari sejarah

“Organisasi Mahasiswa tetaplah organisasi Mahasiswa, Iya punya ideologi dan bersifat independen.”

Panggilan dakwah akan selalu menggaung di telinga dan hati setiap orang yang mengaku mukmin sejati.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…“(QS An-Nahl[16] : 125)

Seorang mukmin sejati pastilah mengikuti perintah Tuhannya, dan tugas menyeru kepada jalan Allah adalah salah satu tugas asasi. Namun terlaksananya dakwah, apalagi dakwah yang efektif, haruslah dijalankan dengan kolektif. Sebuah “kapal” jama’ah yang kuat untuk menerjang badai-badai di samudra perjuangan.

Lembaga Dakwah Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (LDK UMRI) berdiri atas dorongan teman-teman sesama pegiat organisasi kampus dan pelegalannya ikut dibidani salah satu lembaga kampus ( meski kedepannya lembaga itu justru berubah menjadi hambatan tersendiri bagi kegiatan-kegiatan LDK) Inilah Sebuah kapal dakwah yang sudah lama diimpi-impikan bahkan oleh orang-orang yang lebih dulu berada di UMRI. Inilah sebuah kabar gembira bagi mereka yang menginginkan konsep organisasi mahasiswa islam yang benar-benar memperjuangkan dakwah di UMRI.

Derap-derap pergerakan dan kekuatan idealisme LDK UMRI mungkin akan terdengar lucu bagi Mahasiswa UMRI sendiri, bahkan tawa lepas mungkin terlahir di lisan-lisan mereka yang tak menginginkan keberadaan LDK UMRI. Jangankan menunjukkan taring, menunjukkan diri saja kami tak mampu. Tapi tunggu dulu! organisasi mahasiswa adalah organisasi intelektual, iya butuh ideologi yang tertancap kuat sebagai taringnya. Kami tak ingin taring kami hanya dari gigi susu yang sewaktu-waktu pasti terlepas, Kami ingin sebuah taring asli hasil pembinaan dan penancapan ideologi yang kuat dan membekas di hati. Ideologi akan memberikan arah yang jelas bagi pergerakan mahasiswa seperti LDK ini.
Oleh karena itu terlepas dari hambatan-hambatan yang ada, LDK UMRI tidak akan “sok nampil” sebelum ideologi itu tertancap. Pengajian-pengajian akan terus diusahakan untuk sebuah ideologi ini. “Ilmu dulu baru amal”

Derap perjuangan ini takkan surut, meski tak terlihat, meski dibuntuti ancaman intervensi. Organisasi mahasiswa tetaplah organisasi mahasiswa, Iya punya ideologi dan bersifat independen. Siapapun yang mengusik, baik dengan dalih peraturan kampus ataupun peraturan pribadi akan menemui tembok yang tebal. Sebuah organisasi intelektual seperti organisasi mahasiswa takkan mudah dibunuh, ideologi akan tetap terus menghidupkannya. Independensi akan menjadi penjaga arahnya agar tak terbawa arus.

UMRI yang kental nuansa pekerja selama ini menjadi salah satu kendala bagi pergerakan-pergerakan mahasiswa UMRI, namun sebenarnya ini adalah sebuah lahan subur bagi organisasi Mahasiswa yang konsisten memperjuangkan ideologinya. Dalam tulisan Romi Satrio Wahono, beliau menyebutkan untuk membentuk sebuah pergerakan, mahasiswa membutuhkan kemandirian finansial. Nah! Itulah yang saya sebut lahan subur. Kemandirian finalsial bukanlah hal sulit dicapai oleh mahasiswa dari lingkungan pekerja, bahkan bisa didirikan seksi danus (dana usaha), saat ini organisasi Mapala di UMRI sudah membuktikannya. “The power of financial independece” .In Shaa Allah jika dikembangkan dengan baik, LDK UMRI akan siap menjadi Singa penggerak kekuatan mahasiswa dan pengawal demokrasi yang sangar.

Refleksi sejarah dakwah kampus

Masih menyangkut ideologi dan independensi, sebuah kisah dari LDK pertama Indonesia di kampus Universitas Gadjah Mada dapat dijadikan refleksi. LDK yang bermula di tahun 1974 ini bernama Jama’ah Shalahuddin (JS UGM), sesuai dengan umurnya, LDK inipun sudah mendapat ujian panjang. Rezim represif seperti Orde baru bahkan tak mampu mengusiknya, JS UGM menjadi motor awal penggerak konsolidasi dakwah kampus yang akhirnya melahirkan organisasi sekelas KAMMI bahkan berkontribusi menggerakkan reformasi 1998. Ya, reformasi digerakkan oleh aktifis LDK, anda dapat menelusuri sendiri data-datanya.

Refleksi dari kisah JS UGM bagi LDK UMRI jelas menggambarkan hasil mewah dari sebuah keistiqomahan mempertahankan ideologi. Ideologi islam yang senantiasa dilindungi oleh Allah ta’ala. UMRI akan membangun sebuah ideologi yang kuat dan tak tergoyahkan, hingga cukup kuat melawan penguasa terdzalim sekalipun.

Hasbunallah wa ni’mal wakil

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s