History of 1 September

“Today is my birthday, it’s always be a special day. Not just about a birthday party, but it’s all about the special peoples in my life..”

1 September yang pada saat itu bertepatan dengan tanggal 13 Rabiul awal 1413 Hijriah, waktu yang dekat dengan peringatan maulid Nabi, saat itulah saya mulai berisik merengek melihat kejamnya dunia. Tak terasa kini saya sudah cukup tua, beban hidup semakin berat dan tentunya ajal semakin dekat.

Pagi nan cerah dan udara nan sejuk membuka 1 September tahun ini, hujan turun lebat di malam hari menimbun segala debu asap yang sudah cukup lama menyelimuti langit suram Pekanbaru, Sebuah rahmat yang indah untuk hari yang special. Pagi setelah selesai shalat shubuh dan mengaji, Seketika timeline social media penuh oleh birthday wish.. Saya tak pernah lebih merasa spesial dibanding di tanggal ini. Sebuah tambahan kebahagiaan karena tahun ini pada tanggal ini kakak tercinta juga merayakan ulang tahun pernikahannya yang pertama.
Sejak kecil tak pernah sekalipun saya merayakan ulang tahun dan sayapun tak pernah benar-benar mengharapkannya, namun tahun ini ada sedikit keunikan karena ada suprise sederhana di pagi hari, Sangat sederhana namun cukup menimbulkan haru.

Hari ulang tahun, jika direnungi merupakan hari yang lebih pantas diratapi daripada dirayakan. Usia berkurang setahun, ajal semakin dekat, apalagi ditambah saat kita tahu bahwa ketika hari ulang tahun tiba ternyata kita tidak lebih baik dari tahun sebelumnya. Beberapa ulama bahkan memilih tidak membenarkan perayaan ulang tahun, mereka mengatakan satu-satunya hari yang patut kita rayakan hanyalah kedua hari raya (idul fitri dan idul adha) akan tetapi kembali itu hanya pendapat sebagian ulama, sebagian ulama lain masih membenarkan karena ada banyak manfaat juga dari peringatan hari lahir ini, meski banyak pula mudharat yang hadir karena perayaan yang mencontoh budaya barat seperti menceplok telor ke kepala, lempar tepung dan hal-hal mubadzir lainnya. Ini semua adalah pilihan, tentukan mana yang lebih baik menurut kita dan kemudian ikuti, hal khilafiyah tak perlu dijadikan perdebatan.

Hari ulang tahun, hari dimana kita mengingat kembali saat-saat ibu kita mempertaruhkan nyawa demi kehadiran kita ke bumi, adalah hal yang sangat indah jika di setiap hari ulang tahun kita bersimpuh berterima kasih kepada ibu kita, sekaligus meminta maaf atas kesalahan baik disengaja maupun tidak.

Hari ulang tahun merupakan hari yang pas untuk memperbanyak amalan, karena hari inilah kita diingatkan akan jatah hidup yang berkurang, tersadar bahwa dunia takkan abadi, tersadar bahwa dengan bertambahnya usia maka apapun hal yang kita banggakan dari diri kita saat muda akan luntur dengan sendirinya, hanya amalan yang akan tersisa saat menghadap kepadaNya.

Hari ulang tahun, dimana begitu terasa kasih sayang teman-teman disekitar yang begitu besar, meski hanya lewat do’a dan ucapan, namun itu sudah cukup membuatku tak merasa sendiri, dan itulah hal yang paling aku butuhkan.

“Duhai waktu, engkau perlahan selalu meninggalkanku. Jika suatu saat kita tak dapat lagi bertemu, sampaikan maafku untuk semua hal yang terbuang sia-sia saat bersamamu.”

“Duhai waktu, sampaikan salam rindu untuk kehadiran insan yang selalu kunanti, untuk melengkapi diri, untuk memperkokoh iman, untuk memperkuat pijakan di jalan kebenaran.”

“Duhai ayah-ibu, waktu pertemuan kita semakin singkat, hadirlah lebih lama dalam hidupku, agar aku dapat kesempatan lebih lama untuk bisa membuat kalian tersenyum bahagia.”

“Duhai diri, tetaplah semangat memperbaiki, meski berat, meski kau tak selalu dihargai. Hadirmu memang kadang seperti belati yang menyakiti, namun engkap tak pernah berniat dalam hati untuk menyakiti.”

” Duhai diri, semoga kau tetap istiqomah hingga saatnya dipanggil sang Ilahi.”

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s