Teater Sengketa Cinta (kisah raja kecil, Siak)

Assalamualaikum, ane posting lagi nih. Setelah beberapa posting terakhir ane banyak ngupas masalah keislaman (karena lagi semangat-semangatnya di da’wah kampus) kali ini ane mau posting dengan tema yang lebih umum dan nyantai, yaitu tentang kegiatan bareng temen-temen student vaganza RAPP.

Sebagai seorang blogger, salah satu cara paling baik mengabadikan suatu moment adalah melalui tulisan, ini sekaligus untuk menyampaikan ucapan terima kasih pada yang mengundang.

Pada malam sabtu 21 Juni 2013 Mbak Nenda dari RAPP ngajak ane, cica, Naldi dan teman2 studentvaganza lain buat nonton teater di Gedung Idrus Tintin Mtq, Jujur ini pertama kali ane masuk ke gedung idrus tintin dan pertama kali nonton teater profesional selain randai. Teater ini berjudul “Sengketa Cinta” yang mengangkat kisah dari Raja Kecik Siak. Dimainkan oleh Komunitas seni rumah sunting (KRS) – wah singkatannya mirip Kartu Rencana Studi, kartu yang suka bikin galau ngeliat IP😥 (curcol)

Pertunjukkan teater dibuka dengan tarian semacam tarian adat tradisional yang lumayan terlihat angker dengan sorotan lampu-lampunya. Setelah itu muncul raja kecik dengan hulubalangnya Datuk Tanah datar yang dialek minangnya “totok bana”. Raja Kecik mengungkapkan keinginannya meminang Tengku Mahbungsu (Syarifah Putri Wahyuni) sebagai permaisurinya, namun ternyata keinginan sang Raja Kecik mengundang amarah dari kedua kakak kandung Tengku Mahbungsu, yaitu Tengku Tengah (Yussafat Rose Lidya) dan Raja Sulaiman, hal ini dikarenakan Raja kecik adalah orang yang menghancurkan kerajaan ayah mereka dan memisahkan mereka dengan ayah mereka. Raja Sulaiman dan Tengku Tengah lantas mendatangi Daeng Perani dari kerajaan Bugis untuk meminta bantuan untuk menyerang kerajaan Johor yang diperintah Raja Kecik, sebagai imbalannya Daeng Perani diperbolehkan mempersunting Tengku Tengah sebagai Permaisurinya.

Daeng Perani rupanya sangat bersungguh-sungguh dalam memenuhi permintaan tersebut, ia bersumpah untuk membunuh Raja Kecik, “dia atau saya yang akan mati” ujarnya. Namun pada kenyataannya pasukan Daeng Perani mampu ditumpas oleh hulubalang kerajaan Johor, Datuk Tanah Datar. Daeng Perani pun tewas dalam pertempuran.

Kematian Daeng Perani tidak lantas membuat perang berakhir, perang saudara ini justru berlangsung berlarut-larut, kondisi ini membuat Tengku Mahbungsu sangat sedih, ia meminta Raja Kecik mengakhiri pertempuran. Demi cintanya, Raja Kecikpun mengabulkan permintaan Tengku Mahbungsu, ia bahkan memutuskan untuk mengalah dengan menyingkir ke Lingga dan kemudian ke Bengkalis untuk menghindari terulangnya perang saudara. Akhirnya Raja Kecik hidup bahagia bersama permaisurinya Tengku Mahbungsu yang sangat dicintai. Happy Ending Before after yeay! (^o^)/

Teater ini diisi juga oleh peran figuran yang kocak dari karakter Bujang Selamat dan Mak Inang, selain itu ada tarian juga saat selingan scene teater.

Setelah pertunjukkan selesai, kami foto-foto bareng dengan para pemain teater. sebenarnya ada lagi sesi diskusi teater bareng pemain dan crew “sengketa cinta” tapi kami memutuskan untuk pulang, ane juga udah laper, soalnya dari kos temen langsung ke gedung Idrus Tintin.

Well, terima kasih sekali lagi buat RAPP dengan student vaganza-nya. Special thank You buat Mbak Nenda yang udah ngajakin. Terakhir ada pelajaran yang berharga yang saya petik malam itu, “kalau ada event di mtq, jangan parkir di depan, parkirnya dimintain Rp.5000 coy!” (Curcol lagi😛 )

Buat temen-temen Student Vaganza First Class sampai jumpa ya di kopi darat abis lebaran😀

Buat pembaca blog ane, sori de mori nih gak bisa update 1 lebih ke depan, soalnya mulai minggu depan ane mau UAS disambung sama KKN, sayang banget padahal bulan Ramadhan paling asyik nulis artikel islami😦

See You Later

Wassalamualaikum

2 pemikiran pada “Teater Sengketa Cinta (kisah raja kecil, Siak)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s