Sajak mengingat mati

Di perut waktu yang tak pernah kenyang memakan hari,
Di badan bumi yang semakin lapuk dipijak kaki,
Maksiat menelan nurani,
Membatu segala isi hati.
Telinga pekak pada panggilan Ilahi.
Cinta menjadi hujaman belati,
yaitu cinta wanita, harta dan segala dunia yang melampaui cinta pada Ilahi.
Wahai.. tak sadarkah diri,
Dunia ini akan berakhir nanti,
Diganti dengan hari nan kekal abadi.
Tempatpun akan sesuai amal diri.

Fauzil Hasdi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s