Analisis pribadi terhadap kenaikan harga BBM

Mengukur manfaat dan mudharat, itulah kaidah utama dalam memutuskan suatu perkara. Isu kenaikan BBM bisa dikatakan seperti pisau bermata 2. di satu sisi tak dapat dinafikan lagi bahwa penggunaan BBM saat ini sangat MUBAZIR, di kalangan anak-anak muda geng motor semakin menjamur, sedikit di bawah itu ada anak-anak yang hobi balapan liar menghabiskan bensin setiap malam, belum lagi dengan makin menjamurnya kendaraan yang membuat macet, mobil-mobil mewah ikutan “minum subsidi”, akan tetapi di sisi lain BBM sudah menjadi nyawa bagi masyarakat, seluruh sisi kehidupan akan merasakan akibat jika BBM naik. Terutama bagi rakyat miskin seperti nelayan,tukang ojek dan para supir.

Menimbang hal ini perlu kebijaksaanan yang tinggi. Dalam hal ini menaikkan harga BBM memiliki dampak negatif yang lebih menyeluruh, alangkah lebih baik jika sebelum menaikkan harga BBM pemerintah terlebih dahulu mengurangi ketergantungan rakyat kepada BBM dan atau menaikkan produksi minyak semaksimal mungkin. Konversi minyak ke gas sudah mulai menuai hasil lalu kenapa tidak konversi BBM lainnya digalakkan dengan maksimal? Bisa dimulai kendaraan umum yang menggunakan teknologi terbaru seperti di Kanada yang menggunakan hidrogen.

Jika hal ini belum dilakukan dengan maksimal namun BBM tetap dinaikkan maka sama saja membunuh rakyat kecil, BLSM hanya akan memperbodoh mereka, membuat mereka yang berhenti bekerja akibat BBM naik beralih profesi menjadi pengemis BLSM.

Namun hal di atas berlaku jika para politisi mau berfikir sehat, jika kepentingan politik yang bermain maka segala hal bisa terjadi. Isu kenaikan BBM sudah menjadi isu tahunan, bayangkan jika “kenaikan” ini adalah hal yang benar, maka harga Bensin se-liter bisa jadi ratusan ribu. APBN terbebani tentu bukan hanya dari subsidi, maka kenapa tidak difikirkan alternatif lain? Maka benarkah isu kenaikan BBM dan beban APBN itu?

Para wakil rakyat yang menyetujui kenaikan harga BBM layak disebut Pengkhianat rakyat karna gaji mereka sendiri tidak pernah turun di dalam kinerja yang buruk, malah rakyat yang terus dicekik.

Apapun yang dilakukan penguasa saat ini, yakinlah ada pengadilan yang maha adil di akhirat nanti, semoga mereka punya cukup waktu untuk bertobat

Wallahu ‘alam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s