Tulisan sederhana merajut makna

Assalamualaikum, apa kabarnya sahabat? Semoga selalu dalam keistiqomahan di jalan-Nya. Alhamdulillah blog ini memiliki page view minimum yang makin meningkat, setidaknya blog ini dikunjungi 33 hingga 64 pengguna internet setiap harinya, meski tidak diketahui saat berkunjung orang-orang membaca artikel dalam blog ini atau tidak. Biasanya banyaknya komentar pada sebuah posting yang menjadi acuan, namun blog ini masih sedikit dikomentari oleh pembaca. Ah tidak apa-apa, yang penting eksis😛

Sudah 5 tahun lebih saya menulis di media blog, setelah lama menggunakan blogspot kini saya juga menggunakan wordpress dalam media menulis, alhamdulillah cukup menyenangkan. Posting-posting yang saya buat ada yang sangat pendek dan ada yang sangat panjang, ini menggambarkan sifat penulisnya yang pendiam tapi cerewet (lho kok?) Ia, pendiam tapi cerewet maksudnya adalah sifat saya yang tidak banyak bicara jika dirasa tidak perlu, apalagi kepada orang-orang yang belum dikenal dekat dan orang-orang yang tidak dirasa nyaman berbincang dengannya. Tapi jika saya sudah mulai mengeluarkan unek-unek dan jika sudah memasuki pembicaraan yang menurut saya menarik, waktu 2 jam tidak pernah cukup untuk mengoceh😀

Media blog dahulu saya gunakan untuk berdakwah, menyampaikan kembali ilmu-ilmu islam yang saya dapatkan dan menyampaikan kegiatan-kegiatan keislaman yang kami kerjakan terutama kegiatan-kegiatan dalam ekstrakulikuler Rohis. Kini, setelah pensiun dini dalam dunia aktifis militan, selain berdakwah artikel-artikel yang saya tulis juga bermuatan curhat-curhatan gak jelas, selain itu juga ada komentar-komentar terhadap kegiatan para aktifis yang masih leluasa berdakwah. Ya, memang seperti pada umumnya memang mantan aktifis selalu menjadi pengevaluasi kinerja aktifis, sebagian besar bertindak seperti komentator bola yang kerap kali merasa lebih pintar daripada pemain padahal ia sendiri tidak lebih baik. Apapun itu semoga dapat diambil hikmahnya saja bagi teman-teman aktifis.

Terakhir pesan saya kepada para aktifis, jangan sia-siakan amanah berdakwah oleh kalian karena hanya orang-orang pilihanlah yang dipercaya mengemban amanah ini, ketahuilah janji Allah ta’ala teramat indah untuk kalian semua. Banyak orang-orang yang berguguran di dunia dakwah. Ada yang punya kesempatan tapi tidak memiliki ilmu, ada yang memiliki ilmu tapi tidak diberi kesempatan. Syukurilah kenikmatan istiqomah ini..

Selamat Berjuang..
Allahu Akbar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s