mencintai meski tidak terlahir untuk sepakbola

Sepakbola, pada dasarnya hanyalah sebuah permainan yang dimainkan oleh beberapa orang yang menendang-nendang benda bundar yang dapat memantul. Sangat sederhana, namun karena keserhanaannya itu lah banyak sekali orang menyukai bahkan mencintai sepakbola. Karena dibalik kesederhanaan itu juga terdapat kebersamaan, persaingan, seni dan bahkan taktik strategi.

Sepakbola dapat dimainkan oleh siapa saja, tidak peduli miskin atau kaya, pintar atau bodoh semua membaur dalam lapangan sepakbola. Namun tidak enak rasanya memainkan sepakbola tanpa persaingan yang sengit. Di sinilah sisi sepakbola yang tidak bisa dimainkan semua orang. Untuk bersaing dalam sepakbola seseorang itu harus memiliki keterampilan olah bola yang mumpuni dan tentu saja fisik yang mendukung. Untuk keterampilan olah bola masih dapat dilatih, namun tidak dengan kemampuan fisik. Hal itulah yang sangat saya rasakan hingga kini, bentuk fisik kaki yang agak lengkung tidak seperti laki-laki yang lain ditambah postur yang sangat kurus menyulitkan saya dalam bersaing dalam sepakbola. Namun itu bukanlah menjadi alasan saya untuk berhenti mencintai sepakbola, sungguh cinta saya pada sepakbola adalah cinta tak bersyarat *ehem-ehem

Meskipun tidak bercita-cita menjadi pemain sepakbola namun sepakbola tetaplah penting dalam bersosialisasi, terlihat saat ini orang2 tidak bisa lepas dari sepakbola. Saat minimnya lapangan sepakbola rumput, kini orang2 banyak beralih ke lapangan futsal terutama untuk kebutuhan silaturahmi

Sebenarnya banyak sekali pemain kelas dunia yang bisa dibilang “tidak terlahir untuk sepakbola” namun akhirnya sukses menjadi pemain kelas dunia. Messi adalah contoh paling populer, Messi dahulu terancam menjadi orang cebol yg tentu saja membuatnya akan sulit bersaing terlebih di benua eropa yang pemainnya memiliki postur tubuh yang tinggi2. Namun Messi tidak patah arang, ia terus bermain sepakbola, mengasah keterampilan ajaibnya. Ya potensi bermain sepakbola Messi tentu tidak akan muncul dan terlihat oleh orang lain jika Messi kecil pesimistis dengan postur tubuhnya.

sepakbola adalah hal yang tidak terpisahkan dalam hidup saya, mulai dari poster di kamar yg semuanya bergambar tim sepakbola, game tradisional sepakbola dari kertas, playstation gamenya sepakbola sampai tentunya dengan permainan sepakbola yang aslinya, baik sepakbola lapangan rumput maupun futsal. Saya mulai mengenal sepakbola tahun 2000 namun baru mulai mencintainya saat piala Dunia Korea-Jepang 2002. Saat itu setiap saat semua orang membicarakan sepakbola, televisi pemegang hak siar pun sangat intens menayangkan acara2 berbau world cup 2002. Mulai dari suka menonton pertandingan sepakbola itu akhirnya kaki saya ‘gatal’ juga untuk ikut bermain sepakbola dengan teman2.

Seiring dengan seringnya saya bermain tentu semakin luas juga pergaulan saya, saat kecil dulu saya punya ciri khas permainan rap-rap dengan semboyan “bola bisa lewat tapi kaki jangan sampai lewat”. Banyak kenangan indah tentang cinta saya pada sepakbola, namun sebenarnya lebih banyak kenangan pahitnya, karena ketikmampuan saya itu dalam bersaing dalam sepakbola dan memang cap “pecundang” yang diberikan setiap orang kepada saya sejak kecil. hingga akhirnya saya menemukan moment kebangkitannya saat SMP seperti yg saya tulis pada artikel terdahulu. Sampainya saya pada tim Saat SMP yang akhirnya bisa membuat saya bersaing dalam sepakbola itu tidak lain karena cinta tak bersyarat saya pada sepakbola, cinta yang membuat saya tidak pernah berhenti bermain sepakbola meskipun dengan segala keterbatasan saya. Yang membuat saya selalu senantiasa semangat dalam bermain sepakbola..
Cinta pada sepakbola adalah hal yang sangat positiv, karena kita dapat menempa fisik kita agar selalu kuat, kita dapat bersosialisasi pada siapa saja yang menjadi kawan maupun lawan di lapangan. Sementara dalam hal menonton sepakbola sebenarnya kita bisa manfaatkan sambil sholat tahajjud saat nonton bola dini hari, dengan catatan sebelum menonton kita harus istirahat yang cukup dahulu agar kita tidak memdzalimi tubuh dan mata kita sendiri. Jadi mencintai sepakbola juga harus diarahkan pada hal-hal positiv, jangan sampai seperti sekarang yang membuat sepakbola yang hukumnya mubah bisa menjadi haram..

2 pemikiran pada “mencintai meski tidak terlahir untuk sepakbola

  1. keren gan,mungkin cerita kita sama…gua cinta sama sepakbola,,kalo orang laen maen bola karna dibayar,gua bayar karna pengen maen bola,,gua juga kalah dalam hal fisik gan,,fisik gua lemah..
    tapi gua ga akan berenti maen bola,walaupun gua dibilang anak kecil sekalipun,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s